Alternatif Abtibiotik: Solusi Untuk Mengurangi Penggunaan Antibiotik Pada Ternak

Alternatif Abtibiotik: Solusi Untuk Mengurangi Penggunaan Antibiotik Pada Ternak
Juli 18, 2021 Nutricell
In Uncategorized

Alternatif Abtibiotik: Solusi Untuk Mengurangi Penggunaan Antibiotik Pada Ternak

Oleh:

Amalia Ikhwanti, S.Pt., M.Si. – Technical Commercial Specialist

Drh. Nofitra Dewi Suparno P. – Technical Manager (Animal Health)

PT. Nutricell Pacific

Sejak ditemukan pada tahun 1920-an, antibiotik memainkan peranan penting dalam memberikan kontribusi terhadap keberhasilan pemeliharaan hewan ternak. Antibiotik digunakan sebagai suplemen pakan pada dosis sub-terapi, untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi konversi pakan, dan juga untuk mencegah infeksi.

Resistensi bakteri terhadap antibiotik telah menjadi permasalahan global yang serius. Jika antibiotik dapat dibeli untuk manusia atau hewan tanpa resep, kemunculan dan penyebaran resistensi menjadi lebih buruk. Demikian pula, di negara-negara tanpa pedoman pengobatan standar, antibiotik sering kali diresepkan secara berlebihan oleh petugas kesehatan dan dokter hewan dan digunakan secara berlebihan oleh masyarakat (WHO, 2020).

Di Indonesia, Pemerintah melalui PP no 26 tahun 2021 pada Bab VI bagian ketiga dan keempat mengatur penggunaan dan peredaran antibiotik untuk peternakan. Antibiotik dilarang digunakan sebagai imbuhan pakan (growth promoter), penggunaan antibiotik pada pakan harus didasarkan pada diagnosa dan dengan menggunakan resep dokter hewan.

Dengan diberlakukannya peraturan tersebut, diperlukan adanya bahan imbuhan pakan yang dapat menggantikan fungsi antibiotik. Beberapa waktu terakhir, telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam literasi ilmiah tentang alternatif antibiotik dan imbuhan pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan meningkatkan kesehatan usus, dan mengurangi penggunaan antibiotik. Beberapa alternatif antibotik yang dapat meningkatkan produktivitas hewan dan memaksimalkan potensi genetic diantaranya probiotik, asam organik, fitogenik, prebiotik, sinbiotik, enzim, antimicrobial peptide, bacteriofag, clay dan metal.

Dalam hal ini PT. Nutricell Pacific melakukan riset secara aktif terhadap produk dan bahan-bahan pengganti antibiotik. Nutricell menghadirkan beberapa produk yang memiliki aktifitas antibakteri, diantaranya:

1. SYNBIOCELL

Senyawa synbiotik merupakan salah satu alternatif untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Synbiotik merupakan senyawa gabungan antara probiotik dan prebiotik. Keduanya digabung ke dalam satu kesatuan dengan tujuan memberikan efek optimal bagi kesehatan saluran cerna. Keduanya pun dapat dianalogikan dengan pasukan tentara (probiotik) beserta senjatanya (prebiotik). Dalam hal ini, probiotik akan bekerja optimal ketika makannya, yang berupa prebiotic (FOS, GOS, inulin, dan sebagainya) pun diberikan untuk menjalankan aktivitas di dalam usus.

Senyawa probiotik yang diberikan pada ternak akan memberikan dampak positif terhadap keseimbangan mikroba usus, menjaga pH saluran cerna serta integritas usus. Efek milieu yang diberikan oleh kawanan probiotik akan mencegah patogen masuk dan menempel pada saluran dinding usus. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji coba yang dilakukan oleh PT. Nutricell Pacific dalam analisa parameter MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Pada dosis 1 kg/ton pakan, Synbiocell mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli patogen dan non-patogen, S. aureus dan Pseudomonas sp.

 

Dengan adanya perbaikan pada kesehatan saluran cerna, ternak akan mampu menyerap nutrien dengan lebih efisien, sehingga risiko nutrien yang tidak tercerna akan berkurang. Efisiensi penyerapan nutrien makro, misalnya protein, merupakan tolok ukur dalam perhitungan cost production. Mengingat naiknya harga bahan pakan sumber protein nabati, mendorong para peternak untuk membuat cost production lebih efisien dengan meningkatkan availabilitas nutrien dan kecernaannya. Selain itu, dampak lingkungan yang muncul akibat tidak tercernanya protein dalam tubuh, adalah meningkatnya level ammonia kendang. Hal tersebut memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan saluran pernapasan ternak, misalnya tracheitis dan ammonia burn in cornea. Dampak kerugian ekonomi yang ditimbulkan dengan meningkatnya level ammonia kandang adalah munculnya biaya tambahan untuk mengganti/membeli sekam. Oleh sebab itu, selain untuk menjaga kesehatan saluran cerna, Synbiocell pun bermanfaat guna menekan biaya produksi dan menghemat biaya litter.

2. HERBAGOLD ESSENTIALS

Herbagold Essentials merupakan produk yang mengandung cairan kulit kacang mede (Cashew Nut Shell Liquid – CNSL). CNSL merupakan sumber fenolik alami asal tumbuhan yang mengandung bahan kimia seperti asam anakardat, kardanol, 2 – metilkardol, dan kardol. Jumlah terpenoid dan senyawa fenolik yang ada menentukan aktivitas mikroba dari CNSL, yang bekerja melawan bakteri gram positif (Moraes et al., 2019)CNSL memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus berdasarkan struktur fenolik dan katekol dari cardol, cardanol, dan 2 – methylcardol (Kanehashi et al., 2015). Lopez et al. pada tahun 2012 juga melakukan riset mengenai efek CNSL terhadap konsentrasi bakteri E.coli dan juga performa broiler dengan hasil sebagai berikut:

Berdasarkan data grafik diatas dapat dilihat bahwa dibandingkan dengan kontrol negatif, CNSL memiliki daya hambat terhadap jumlah bakteri E. coli di usus ayam. Hal ini dibuktikan juga oleh PT. Nutricell Pacific dengan melakukan uji MIC Herbagold terhadap beberapa bakteri. Pada dosis 2 kg/ton, Herbagold mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli patogen dan non-patogen, S. aureus, Pseudomonas sp., dan C. perfringens.

3. ULTRACELL

Komponen Ultracell terdiri dari senyawa halquinol 60% yang merupakan senyawa antimikroba non-antibiotik dan digunakan untuk terapi infeksi saluran pencernaan. Halquinol memiliki spektrum luas dalam melawan fungi, bakteri dan protozoa. Dalam melakukan aktivitasnya, halquinol dapat melawan bakteri patogen gram positif (Staphylococcus aureus, Streptococcus faecalis, Streptococcus bovis) dan patogen gram negatif (Escherichia coli, Salmonella typhimurium, Proteus vulgaris). PT Nutricell Pacific melakukan pengujian terhadap aktivitas aktibakteri dari Ultracell dengan analisa MIC. Pada dosis 60 ppm, Ultracell mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli patogen dan non-patogen, S. aureus, Pseudomonas sp., dan C. perfringens.

Mekanisme kerja halquinol dalam melawan agen-agen patogen adalah dengan mengganggu proses respirasi membran sitoplasma bakteri patogen dan fungi. Pada unggas, senyawa halquinol dimanfaatkan untuk mengatasi kondisi malabsorpsi akibat necrotic enteritis. Hal ini terjadi karena senyawa halquinol dapat memperlambat gerak peristaltik usus, sehingga akan meningkatkan jumlah nutrien yang dapat diserap oleh usus, dengan demikian, akan menurunkan risiko diare. Jumlah nutrien yang terserap oleh tubuh akan secara langsung mampengaruhi konversi pakan.

Berdasarkan data dari grafik diatas, penurunan konversi pakan masing-masing sebanyak 5% dan 12%, merupakan indikator keberhasilan dalam penyerapan nutrien dan peningkatan performa ternak. Selain itu, residu senyawa halquinol akan dieskresikan melalui urin, sehingga meminimalkan risiko adanya residu dalam tubuh.

Hasil pengujian MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dari beberapa produk pengganti antibiotik yang diproduksi oleh PT. Nutricell Pacific dibandingkan dengan antibiotik Enramycin sebagai kontrol.

Grafik diatas menunjukkan bahwa Ultracell memiliki aktifitas inhibisi bakteri yang lebih baik dari Enramycin. Synbiocell dan Herbagold Essential memiliki aktifitas inhibisi bakteri di bawah Enramycin, tetapi hasilnya mendekati yaitu keduanya diatas 80%.

PT. Nutricell Pacific juga melakukan uji terhadap aktivitas penghambatan Ultracell dan Herbagold Essentials terhadap bakteri penyebab necrotic enteritis yaitu Clostridium perfringens dibandingkan dengan kontrol yang menggunakan antibiotik premium yaitu kombinasi antara Lincomycin dan Spectinomycin. Uji ini memberikan hasil bahwa baik Ultracell dan Herbagold Essentials memiliki kemampuan untuk menghambat C. perfringens masing-masing 59% dan 33% dibandingkan dengan kontrol.

Dengan dibatasinya penggunaan antibiotik di Indonesia, maka ketiga produk yang dihadirkan oleh PT. Nutricell Pacific dapat menjadi solusi untuk menjadi pengganti antibiotik. Ketiga produk tersebut yaitu Synbiocell, Ultracell, dan juga Herbagold Essentials dapat ditambahkan pada pakan dan atau air minum untuk Synbiocell. Sehingga, walaupun tanpa tambahan antibiotik, kesehatan usus tetap terjaga dengan baik dan performa ternak akan maksimal. PT. Nutricell Pacific selaku produsen obat hewan yang telah memiliki sertifikat ISO 22000 dan CPOHB, kedepannya juga akan terus berupaya untuk melakukan riset terhadap bahan-bahan yang efektif baik secara cost maupun fungsi dalam meningkatkan performa ternak sekaligus untuk menggantikan fungsi antibiotik.