Nutricell Sukses Ekspor Enam Ton Obat Hewan ke Vietnam

Nutricell Sukses Ekspor Enam Ton Obat Hewan ke Vietnam
Maret 9, 2021 Nutricell
In Uncategorized

Papan karangan bunga bertu- liskan ucapan selamat dan sukses berjejer rapi menghiasi perkantoran PT Nutricell Pacific di Kawasan Taman Tekno Blok L2, Serpong, Tangerang. Pada Rabu (6/2), Nutricell melakukan pelepasan peti kemas ekspor perdana obat hewan ke Vietnam.

Acara pelepasan perdana ekspor ini berjalan semarak dengan dipadatinya lokasi oleh para tamu undangan. Hadir mitra-mitra bisnis Nutricell seperti DSM Jajaran direksi Nutricell bersama dengan pihak Ditjen PKH melakukan pemotongan pita. Nutricell Sukses Ekspor Enam Ton Obat Hewan ke Vietnam Nutritional Products, Novus International, Wisium dan Biowish Inc.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Drh I Ketut Diarmita, yang sekiranya hadir namun berhalangan, diwakili oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ir Fini Murfiani.

Selain itu, hadir pula Kepala Subdit Pengawas Obat Hewan (POH), Drh Ni Made Ria Isriyanti dan perwakilan dari BBPMSOH. Mengundang juga Dr Ir Rachmat Pambudi yang dikenal sebagai pengajar sekaligus peneliti Departemen Agribisnsis IPB.

Momen pelepasan satu kontainer obat hewan ke Vietnam ini ditandai dengan pemotongan pita oleh jajaran direksi Nutricell serta instansi pemerintah.

Sebanyak enam ton obat hewan yang diproduksi Nutricell tersebut bernilai 177.800 dolar AS (Rp 2,5 miliar). Produk yang diekspor berupa sediaan biologik, farmasetik, premix dan bahan baku obat.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur PT Nutricell Pacific, Ir Suaedi Sunanto, menyampaikan sejarah ber- dirinya perusahaan hingga aktivitas produksi. “Nutricell didirikan pada tahun 2012. Pada tahun 2015, kami membangun fasilitas produksi kemudian di awal tahun 2016 telah memperoleh sertifikat CPOHB,” ungkap Suaedi.

Berbekal CPOHB, aktivitas produksi semakin giat dan tekad mengembangkan bisnis pun kian kuat. Tahun 2019, Nutricell Sueadi Sunanto Rachmat Pambudi Fini Murfiani memperoleh CPOHB Farmasetik. “Kami Foto-foto: Infovet/Nunung Usai pemotongan pita, Fini Murfiani melepas keberangkatan kontainer dengan pemecahan kendi. dapat mencapai target ekspor ini, tentu sebelumnya banyak berdiskusi dengan Bu Ria beserta jajarannya,” katanya. Diperkuat dengan manajemen serta kekompakan tim, segala kendala yang ada mampu terselesaikan.

Peningkatan Devisa

Negara Apresiasi dan dukungan penuh untuk Nutricell disampaikan Fini Murfiani. “Peningkatan nilai ekspor ini sangat menggembirakan bagi dunia usaha di bidang obat hewan dan menunjukkan bahwa obat hewan mempunyai kon- tribusi besar dalam peningkatan devisa negara. Semoga ekspor perdana ini memacu perusahaan-perusahaan obat hewan untuk melakukan ekspor-ekspor selanjutnya,” ujar Fini.

Produksi maksimal dan berbekal jaringan luar negeri yang luas, produk Nutricell dapat diekspor ke negara Vietnam. “Hari ini, sebanyak enam ton produk tersebut diekspor ke Vietnam. Ini merupakan komitmen kita semua untuk meningkatkan nilai ekspor, sehingga produk Indonesia yang berkualitas semakin dikenal di dunia,” katanya.

Harapan pemerintah, pelaku industri obat hewan dapat terus- menerus memiliki akses untuk ekspor. “Jangan melihat nilainya, tetapi lihat ke- berterimaan negara lain dengan produk serta standar yang diterapkan Indonesia. Kita amati mereka menginginkan produk apa, mari kita buat,” ucap dia.

Pada kesempatan serupa, Rachmat Pambudi, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian yang dilakukan Nutricell. “Nutricell dengan tagline ‘The Science of Life’ telah layak dimasukkan ke dalam perusahaaan kelas dunia. Misinya luar biasa, yaitu menghadirkan solusi melalui inovasi,” tutur Rachmat.

Ia yakin, produk-produk milik Nutricell mampu bersaing dengan produk negara lain. Disamping itu, Rachmat juga memuji kompetensi SDM Nutricell yang saat ini didominasi generasi milenial yang kreatif dan inovatif.

Kekuatan Nutricell

Analisa laboratorium menjadi salah satu kunci kekuatan PT Nutricell Pacific. Mulai dari analisa NIRs (analisa nutrisi bahan baku pakan, analisa nutrisi produk, analisa bahan baku). Kemudian HPLC yang mencangkup analisa mikro nutrisi dan analisa obat hewan dan terakhir adalah analisa statistik.

“Laboratorium analisa kita kuatkan. Melalui analisa inilah kita mampu meyakinkan customer bahwa produk yang kita hasilkan dampaknya terukur jelas,” tegas Suaedi Sunanto.

Nutricell juga memiliki NICO (Nutricell Intestinal Calculator & Optimizer), yakni alat yang strategis untuk mencapai performa optimal dari kesehatan usus ternak. Melalui NICO, pengguna dapat melihat data di peternakan, JMP reliability forecast, hingga data historis terkait performa ternak.

Saat ini Nutricell memiliki kantor cabang di Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Pemahaman akan industri peternakan dan perikanan di Indonesia menjadikan Nutricell sangat handal dalam menyediakan solusi yang inovatif, produktif dan cost efektif.

Fasilitas produksi mengadopsi prinsip Good Manufacturing Practise (GMP), serta mengikuti kaidah Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB) terakreditasi oleh Subdit POH, Kementerian Pertanian. Hal ini menjadi bukti bentuk tanggung jawab Nutricell kepada pelanggan untuk menghadirkan produk berkualitas secara berkelanjutan.

Berkualitas artinya produk yang Nutricell hasilkan dapat memenuhi harapan konsumen, serta berkesinambungan berarti menjaga keseimbangan lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.

Produk yang baik secara kualitas dan aman untuk society menghasilkan protein hewani yang sehat, produktif dan bergizi. Menjaga kesehatan ternak merupakan prioritas utama Nutricell, yaitu memberikan nutrisi dan solusi bermutu secara cukup dan seimbang sesuai kebutuhan dengan biaya terjangkau.