Nutricell Hy.C: Duet Maut Melawan Performa Negatif Ternak

Nutricell Hy.C: Duet Maut Melawan Performa Negatif Ternak
Maret 9, 2021 Nutricell
In Uncategorized

Peran Vitamin

Vitamin adalah senyawa organik yang dibutuhkan oleh ternak dan bersifat esensial, artinya tubuh tidak mampu mensitesis vitamin melalui metabolisme. Vitamin mempunyai beragam fungsi biokimia, contohnya sebagai komponen enzim atau hormon. Vitamin juga memiliki peran krusial pada proses anabo- lisme dan katabolisme, sebagai regulator pertumbuhan dan sebagai anti-stres seperti vitamin C.

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat bermanfaat bagi kesehatan pula. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh ternak akan terganggu, karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Apabila peternak ditanya mengapa mereka memberikan tambahan vitamin pada ternaknya, maka alasannya pun beragam. Ada yang sekadar memenuhi “program” manajemen pemeliharaan yang disusun oleh kelompok inti (bagi plasma kemitraan). Ada pula yang memberikan alasan karena tingkat stres lingkungan sedang tinggi.

Pemberian suplemen dalam bentuk vitamin untuk ternak sudah menjadi kewajiban. Pada dasarnya pakan jadi yang dijual pabrik pakan ke pasaran pun sudah mengandung vitamin sesuai dengan standar kebutuhan vitamin masing-masing strain ayam. Namun demikian, vitamin dalam pakan jadi bisa mengalami oksidasi, sehingga peternak tidak bisa hanya mengandalkan asupan vitamin dari pakan jadi tersebut. Dengan demikian, peternak kadang masih perlu menambahkan vitamin lewat air minum.

Vitamin C

Vitamin C adalah senyawa organik yang berperan sebagai donor elektron dan donor hidrogen. Vitamin C merupakan agen reduktan yaitu menetralkan racun dan radikal bebas di dalam tubuh. Kemampuan vitamin C dalam mendonorkan hidrogen membantu proses hidroksilasi dalam sintesa molekul, seperti sintesa senyawa kolagen atau senyawa karnitin. Fungsi vitamin C yang paling nyata adalah sebagai senyawa anti-stres, karena vitamin C mampu memblokade pembentukan kortikosteron, yaitu hormon yang bisa memicu turunnya kekebalan ayam saat stres.

Fungsi Vitamin D

Vitamin D mempunyai peran metabolisme kalsium dan fosfor atau yang lebih dikenal dengan proses kalsiotropis. Fungsi kalsiotropis adalah fungsi vitamin D dalam mobilisasi kalsium atau fosfor dalam darah melalui penyerapan kalsium/fosfor dalam saluran pencernaan maupun dari cadangan tulang. Namun demikian, vitamin D mempunyai fungsi lainnya atau yang dikenal dengan fungsi non kalsiotropis.

Fungsi lain dari vitamin D adalah fungsi non-kalsiotropis, seperti pertumbuhan sel, fungsi sistem syaraf, meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan inflamasi. Sel-sel kekebalan (B-cells dan T-cells) mempunyai reseptor vitamin D dan mempunyai kemampuan mengaktivasi vitamin D, hal ini merupakan indikasi kuat bahwa vitamin D merupakan senyawa yang diperlukan oleh sel-sel tersebut.

Beberapa penelitian menunjukkan, suplementasi vitamin D mampu mening- katkan respon kekebalan tubuh terhadap penyakit (khususnya sistem kekebalan yang bersifat innate dan adaptive). Secara umum vitamin D dapat ditemukan pada tepung ikan, tepung daging, tepung tulang, tepung darah Grafik 1. Pengaruh Pemberian Hy.C pada Ternak Broiler Strain Cobb 500 Grafik 2. Pengaruh Pemberian Hy.C pada Ternak Breeder Umur 53-55 Minggu dan sinar matahari yang berfungsi sebagai prekursor vitamin D. Defisiensi vitamin D akan menyebabkan metabolisme kalsium dan fosfor terhambat, sehingga akan banyak ditemukan telur dengan kerabang tipis dan lembek, serta paruh dan cakar yang lembek pula. Selain itu akan terjadi pula penurunan produksi telur dan situasi di mana ayam kesulitan untuk bergerak karena kakinya lemah, sehingga terjadilah kelumpuhan/ricketsia.

Imbuhan Vitamin D3

Terdapat beberapa macam senyawa vitamin D3 , yaitu cholecalciferol dari hewani, ergocalciferol dari nabati (Vitamin D3 ), calcidiol 25(OH)-Vit.D3, dan calcitriol 1,25(OH)- Vit.D3 . Cholecalciferol dan ergocalciferol adalah senyawa vitamin D3 yang umumnya disuplementasikan dalam pakan/air minum, senyawa ini dihidroksilasi dalam hati menjadi calcidiol. Calcidiol adalah senyawa vitamin D3 yang beredar dalam darah dan berperan sebagai indikasi status vitamin D3 pada tubuh ternak. Apabila level calcidiol rendah, maka ternak tersebut dikategorikan sebagai defisiensi vitamin D3 . Kemudian calcidiol diaktivasi dalam ginjal (untuk fungsi kalsiotropis) atau dalam jaringan tulang dan sistem pencernaan (fungsi non-kalsiotropis) menjadi calcitriol.

Defisiensi vitamin D3 dapat terjadi pada kondisi sesaat maupun berkepanjangan. Defisiensi vitamin D3 sesaat umumnya terjadi pada masa lima hari pertama, karena penyerapan vitamin D3 belum bisa dila- kukan atau ternak dalam kondisi stres. Kondisi heat stress yang mengakibatkan respiratory alkalosis merupakan kejadian umum akibat terjadinya difisiensi vitamin D3 karena penyerapan vitamin D3 yang terganggu. Calcidiol (Hy.D/25(OH)-Vit. D3) adalah bentuk suplemen yang paling optimum karena senyawa ini identik dengan senyawa vitamin D3 dalam darah, sehingga suplementasi calcidiol mampu meningkatkan level status vitamin D3 dalam darah sesegera dan sedini mungkin.

Vitamin C pada Unggas

Unggas mampu mensintesa vitamin C dari gula sederhana, namun demikian per- kembangan genetik terkini unggas yang menuntut metabolisme tinggi turut pula menghasilkan senyawa radikal sebagai konsekuensi logis dari perbaikan genetik tersebut. Terlebih lagi, perlakuan budidaya unggas tidak bisa dilepaskan dari faktor stres, sehingga suplementasi vitamin C mutlak menjadi kebutuhan utama. Dalam ternak unggas, suplementasi vitamin C dan vitamin D mempunyai peran yang sangat strategis, yaitu untuk pertumbuhan, sebagai fungsi kekebalan penyakit khususnya pada ayam muda (lima hari pertama), meningkatkan matriks mineral dalam tulang dan kerabang telur, serta menjaga produktivitas akibat gangguan stres.

Sementara gejala defisiensi vitamin C pada ayam sangat jarang terjadi, sebab ayam memiliki enzim l-glukolaktone oksidase yang berfungsi mensistesis vitamin C (sodium askorbat) dari glukosa. Suplementasi vitamin C diperlukan pada saat tertentu, terutama saat kondisi lingkungan (suhu dan kelembaban) tiba-tiba berubah atau stres akibat perlakuan (vaksinasi, pindah kandang, ganti ransum, dll), Hal ini karena proses sintesis vitamin C tidak secepat perubahan lingkungan yang terjadi. Meski demikian, jangan terlalu sering memberikan vitamin C murni dalam dosis tinggi pada ayam. Hal tersebut merupakan pemborosan karena kelebihannya oleh tubuh akan dibuang. Lebih dari itu, pada layer, pembuangan kelebihan vitamin B dan C yang terjadi secara terus-menerus akan membe- bani ginjal karena masa produksi layer lebih panjang.

Sinergisitas Vitamin C dan Vitamin D3 dalam Produk Hy.C

Dalam perannya sebagai agen kalsio- tropis, vitamin D3 berfungsi memetabolisme mineral untuk meningkatkan status mineral dalam darah yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan pembentukan kerabang. Mineral-mineral yang termobiliasasi tersebut kemudian perlu dideposit baik dalam tulang (sebagai cadangan) maupun dalam kerabang telur. Untuk mendeposisikan mineral diperlukan reformasi mineral menjadi bentuk matriks. Vitamin C berperan sebagai donor hidrogen dan elektron untuk proses pembentukan matriks tersebut.

Suplementasi Hy.C direkomendasikan untuk ayam pada periode awal pertumbuhan (umur 1-10 hari). Beberapa penelitian menunjukkan, suplementasi Hy.C terbukti mampu meningkatkan berat badan dan kepadatan tulang (bone mineral density). Sedangkan pada ayam petelur dan bibit, suplementasi Hy.C mulai dari umur 18-48 minggu akan meningkatkan persistensi produksi telur, meningkatkan kualitas kerabang, serta kesehatan ayam. Suplementasi Hy.C terbukti mampu mempertahankan level calcidiol dalam darah, walaupun dalam kondisi heat stress sekalipun.

Pada ayam pedaging (Grafik 1) sangat kentara dampak pemberian Hy.C pada tiap fase tumbuh dibanding dengan yang tidak diberi Hy.C terutama pada body weight dan feed conversion ratio tiap fase. Demikian pula pada Grafik 2 terlihat bahwa pada Breeder usia 53 hingga 55 Minggu, pemberian Hy.C sangat membantu perbaikan persen total eggs; hatchability cum.; fertility cum.; dan hen housed cum.