Inovasi Nutricell dan BASF untuk Hadirkan Solusi di Industri Perunggasan

Inovasi Nutricell dan BASF untuk Hadirkan Solusi di Industri Perunggasan
Maret 8, 2021 Nutricell
In Uncategorized

Inovasi Nutricell dan BASF untuk Hadirkan Solusi di Industri Perunggasan

Inovasi merupakan elemen penting untuk menciptakan solusi. Menyadari hal itu, PT Nutricell Pacific bersama dengan BASF sebagai perusahaan ternama dalam industri bahan kimia menyelenggarakan innovation dinner sekaligus peluncuran produk terbaru dari BASF, yaitu Seclira® 40 SG.

Suasana akrab sangat terasa dalam malam innovation dinner yang ber- langsung pada 4 September 2018 di Hotel Santika Premiere – BSD City. Suaedi Sunanto dalam kesempatan tersebut memberikan sambutan hangat sekaligus mengumumkan peran barunya sebagai President Director PT Nutricell Pacific. Perusahaan yang merupakan penyedia produk-produk obat hewan dan nutrisi ternak ini memiliki visi “The Science of Life” dan memiliki misi untuk menghadirkan solusi melalui

Perusahaan yang bekerja sama dengan Nutricell adalah perusahaan global ternama dan merupakan profesional di bidangnya, khususnya da- lam sektor peternakan. Tim Nutricell telah siap memberikan kontribusi dan mengukuhkan perannya dalam industri pe- ternakan di Indonesia untuk menyediakan produk peterna- kan yang berkualitas dan aman bagi konsumen. inovasi.

Hadir pula dalam acara tersebut, Rachmat Pambudi dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang memberikan pan- dangannya terhadap perkembangan industri agribisnis di Indonesia. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa pangan sebagai kebutuhan yang esensial bagi manusia perlu mendapatkan perhatian lebih. Sebagai con- toh, ia menyebutkan bahwa kebutuhan daging ayam dan telur terus meningkat. Hal ini pun turut meningkatkan kebutuhan terhadap bahan baku untuk pertumbuhan ayamnya tersebut.

Oleh karena itu, untuk menghasilkan produk peternakan yang berkualitas mem- butuhkan sumber nutrisi yang baik bagi hewan. “Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan bisnis. Ini adalah salah satu bentuk inovasi kita untuk mengatasi berbagai tantangan,” ungkap Rachmat Pambudi.

Menjawab Tantangan Terkini

Pentingnya inovasi yang diusung Nutricell merupakan salah satu wujud komitmen Nutricell untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggannya. Dalam presentasinya yang mengangkat tema “Embedding in- novation in animal production”, Suaedi mengungkapkan bahwa inovasi ini me- rupakan suatu kebutuhan agar dapat ber- tahan di tengah kompetisi yang ketat.

Pertumbuhan populasi secara global akan terus meningkat, termasuk masyarakat kelas menengah yang juga akan semakin berkembang khususnya di Indonesia. Se- lanjutnya, persentase masyarakat kelas menengah yang tinggal di kota juga me- Inovasi merupakan elemen penting untuk menciptakan solusi. Menyadari hal itu, PT Nutricell Pacific bersama dengan BASF sebagai perusahaan ternama dalam industri bahan kimia menyelenggarakan innovation dinner sekaligus peluncuran produk terbaru dari BASF, yaitu Seclira® 40 SG. ningkat. Menurut data dari UN World Population Prospects, diperkirakan pada 2030 masyarakat urban akan mencapai 60%. Sementara itu, pada 2050 diperkirakan populasi dunia akan mencapai 9,2 miliar.

Konsumsi daging di Asia, menurut data yang bersumber dari OECD, bertumbuh sebesar 2,7 persen dalam periode 1994-2014. Hal ini menuntut industri peternakan untuk melakukan inovasi. Broiler modern yang ada saat ini secara genetik mampu untuk tumbuh cepat. Ayam broiler dengan genetik unggul akan muncul potensinya untuk bisa tumbuh maksimal dengan keseragaman per- tumbuhan yang tinggi, bila dalam masa pemeliharaannya didukung dengan praktek manajemen yang baik. Agar dapat diperoleh performance optimal, maka sangat pen- ting untuk diperhatikan ke- seluruhan aspek manajemen selama masa pemeliharaan, serta didukung dengan program biosekuriti yang memadai, sesuai dengan kondisi dan tantangan penyakit yang ada di lapangan.

Suaedi melanjutkan, evolusi produksi hewan bermula dari food security untuk mengurangi angka kemiskinan, rasionalisasi dan modernisasi, kemudian pada era ini sebagian besar masyarakat telah memiliki kesadaran terhadap kesejahteraan hewan (animal welfare), lingkungan, dan peng- gunaan antibiotik. Diperkirakan pada 2020 mendatang, keamanan pangan (food safety) dan kualitas pangan (food quality) akan menjadi gaya hidup, yaitu hasil produksi hewan yang healthy, fresh, tasty, dan convinent.

Meski demikian industri ini tidak luput dari tantangan, diantaranya adalah mengenai kesehatan hewan, seperti koksidiosis, bacterial enteritis, virus, dan lainnya yang banyak menyerang kesehatan usus hewan. Untuk mendapatkan data akurat mengenai status kesehatan hewan, Nutricell memiliki NICO (Nutricell Intestinal Calculator & Optimizer), yakni alat yang strategis untuk mencapai performa optimal dari kesehatan usus ternak. Melalui NICO, pengguna dapat melihat data di peternakan, JMP reliability forecast, hingga data historis terkait performa ternak.

Suaedi melanjutkan, berbagai gangguan kesehatan hewan yang telah disebutkan di atas dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Dalam jurnal berjudul “The Growing Threat of Vector-Borne Disease in Humans and Animals”, salah satu permasalahan yang paling penting diperhatikan dalam manajemen peternakan adalah vektor. Vektor ini dapat membawa berbagai penyakit masuk ke dalam kandang. “Solusi yang ditawarkan oleh Nutricell adalah manajemen integrated pest di peternakan. Melalui kontrol vektor yang terintegrasi, maka penyakit akan dapat dicegah,” ujarnya.

Di sisi lain inovasi peternakan didorong oleh kemajuan genetik ternak ayam yang lebih modern. Nutricell menciptakan produk ternak yang sehat, produktif, dan efisien dalam meningkatkan berat badan hidup ayam. TRachmat menerangkan, pada saat peternak mem- produksi 2 kilogram bobot hidup broiler. Maka diperlukan waktu 35 hari dengan Feed Conversion Ratio (FCR) 1,6 per ekor. Namun inovasi genetik broiler ini harus diimbangi de- ngan perbaikan kualitas pakan dan manajemen pemeliharaan.

Seclira® 40 SG

Dalam kesempatan tersebut, BASF meluncurkan produk terbarunya, yaitu Seclira® 40 SG yang me- rupakan produk pestisida untuk pengendalian vektor di dalam kandang.

BASF merupakan perusahaan ter-nama asal Jerman yang ber- gerak di industri bahan kimia serta memiliki solusi melalui ragam produknya, salah satunya yaitu pest control solutions. Sejak awal, BASF sendiri menjalankan bisnis yang sustainable atau berkelanjutan dengan menggabungkan sumber daya, lingkungan, iklim, food and nutrition, dan quality of life. Investasi lebih besar dialokasikan oleh BASF dalam bidang Research and Development (R&D) untuk menciptakan so- lusi di industri agribisnis. Dari kegiatan R&D tersebut menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi masa kini dan masa depan.

Hans Athaide, Senior Business Manager Plantations/Professional & Specialty Solutions BASF, yang menjadi narasumber dalam acara ini mengungkapkan bahwa Seclira® 40 SG telah dirancang untuk menjadi solusi bagi peternak. Hans berujar, BASF masuk ke dalam industri peternakan membawa inovasi kepada customer.

Salah satu produknya adalah Seclira® 40 SG yang memiliki me- kanisme kerja cepat dalam mem- bunuh vektor yakni mulai bekerja dalam waktu 30 detik dan berbagai kelebihan lainnya. Seclira® 40 SG memiliki kandungan generasi ketiga neonicotinoid pesticide – dinotefuran 40%. Dengan adanya bahan aktif ini dapat mencegah resistensi dari pestisida sehingga menjadikan Seclira® 40 SG lebih aman untuk digunakan.

“Penting diketahui bahwa solusi un- tuk menangani masalah tersebut harus komprehensif, karena itu kita juga harus memperhatikan hal-hal lainnya,” jelas Hans. Oleh karena itu, BASF juga memperkenalkan Pesticide Resistance Management (PRM), yang merupakan strategi efektif untuk melawan resistensi pestisida dengan langkah-langkah pencegahan, seperti melakukan rotasi pes- tisida dengan MoA yang berbeda.

“Rotasi sangat dibutuhkan, kami memiliki Fendona dan Seclira untuk pengendalian vektor seperti lalat; sedangkan untuk rodent (hewan pengerat), kami memiliki produk yang dinamakan Storm,” papar Hans.

Produk Fendona merupakan pestisida pyrethroid yang bekerja secara cepat dan efektif dalam mengeliminasi penyakit yang bisa disebabkan oleh vektor serangga seperti lalat. Dengan kandungan bahan aktif alpha- cypermethrin, Fendona dapat bekerja cepat dan efektif, kontrol dengan spektrum luas, mampu mengontrol residu, aman digunakan, dan telah teruji mampu digunakan di area food processing, serta menjadi produk yang direkomendasikan oleh badan kesehatan du- nia (WHO) untuk kontrol malaria.

Sedangkan Storm mengandung highly potent flocoumafen yang memiliki keunggulan antara lain penggunaan yang mudah, single feed bait sehingga waktu kerja menjadi lebih efisien, tahan terhadap kelembapan, dan lainnya.

BASF juga memiliki pelayanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di era digital seperti saat ini. Beberapa diantaranya, memberikan akses informasi kepada cus- tomer secara real time melalui penggunaan layanan digital ser- ta penggunaan data internal dan eksternal yang terintegrasi untuk memperkuat produk yang dikembangkan oleh BASF. Sementara itu, untuk men- dapatkan pembaruan informasi dari Nutricell mengenai produk, pelayanan, dan kegiatan-kegia- tannya, Nutricell dapat dijumpai di website www.nutricell.co.id dan akun LinkedIn: Nutricell Pacific.